Hebat! Meski Sudah Meninggal, 3 Artis Ini Ternyata Masih Terima Gaji

Hebat! Meski Sudah Meninggal, 3 Artis Ini Ternyata Masih Terima Gaji

44

Hebat! Meski Sudah Meninggal, 3 Artis Ini Ternyata Masih Terima Gaji

Setelah seseorang meninggal maka putuslah hubungannya antara dirinya dengan urusan duniawi.

Apalagi urusan materi dan harta bendanya yang masih tertinggal di dunia.

Ternyata beberapa artis mempunyai sisi keunikan yang lain, meski sudah meninggal namun para artis ini masih menerima gaji.

Tentunya bukan sang artis yang sudah meninggal yang mengambil gaji, namun pihak keluarga nya yang masih hidup.

Mereka tetap mendapatkan gaji dari royalti karya cipta yang mereka buat semasa hidup, tentunya tidak dengan cara yang mudah.

Semasa hidupnya ia harus bekerja keras dan tekun, bahkan dirinya menciptakan suatu karya yang bisa dinikmati banyak orang bahkan sampai saat ini.

Karya yang selalu dinikmati ini, tentunya akan mendapatkan royalti ataupun gaji, namun diberikan ke pihak keluarga yang masih hidup.

Nah berikut beberapa artis yang masih mendapatkan gaji meski sudah meninggal.

1. Benyamin Sueb


Instagram/benyaminslegend

Benyamin Sueb artis Indonesia yang memulai kariernya di dunia hiburan dengan bermusik di bawah label Naga Mustika pada 1950.

Artis yang pernah berperan di film Si Doel Anak Modern ini lahir pada 5 Maret 1939 dan meninggal di usianya yang ke 56 tahun pada 5 september 1995.

Sepanjang kariernya, Benyamin bukan hanya dikenal sebagai musisi, melainkan juga sebagai aktor, komedian, dan sutradara, bahkan ia juga pernah menjadi penyanyi.

Benyamin sendiri berhasil membuat lebih dari 75 album musik dan 53 judul film.

Kenangan akan Benyamin ini tetap lestari berkat radio yang didirikannya pada tahun 1990 tepatnya pada tanggal 5 Maret yang diberi nama Bens Radio.

Bens Radio adalah unit Enikom Network dengan format radio etnik, yaitu radio yang menggali potensi budaya Betawi, agar audience dapat merasakan budayanye sendiri, berkesenian dengan tradisinye sendiri, bertutur dan berdialog dengan bahasanya sendiri.

Haji Benyamin Sueb yang telah menunaikan haji sebanyak 14 kali ini meninggal dunia setelah koma beberapa hari, seusai main sepak bola.

2. Nike Ardilla


instagram/nikeardillaofficial

Nike Ardilla penyanyi dengan suara ngerock yang sedang dalam puncak kesuksesannya pada era 90-an.

Namun dalam puncak kariernya dan usianya yang masih sangat muda, penyanyi lagu Bintang Kehidupan ini harus menghembuskan nafas terakhirnya pada 19 Maret 1995.

Penyanyi yang lahir dikota Bandung pada 27 Desember 1975 ini tak hanya menjadi penyanyi, dirinya bahkan pernah menjadi bintang iklan, pemain film, pemain sinetron hingga menjadi seorang model.

Meski telah meninggal, namun Nike tetap menghasilkan pundi-pundi rupiah untuk keluarganya, tentunya dengan royalti hasil karyanya.

Sebuah museum yang diberi nama museum Nike Ardilla juga didirikan untuk mengenang artis cantik ini, museum ini dibangun atas gagasan para fansnya dan persetujuan dari keluarganya.

3. Chrisye


Twitter/kompastv

Yang terakhir adalah mendiang Chrisye atau artis yang mempunyai nama lengkap Chrismansyah Rahadi, dengan karya karyanya ia tetap mendapatkan royalti meski dirinya telah meninggal.

Chrisye meninggal pada 30 Maret 2007 di usianya yang ke 57 tahun setelah mengidap kanker paru-paru.

Dikenal dengan vokalnya yang halus dan gaya panggung yang kaku, Chrisye dianggap salah satu penyanyi Indonesia legendaris.

Lima album yang termasuk karyanya dimuat dalam daftar 150 Album Indonesia Terbaik oleh majalah musik Rolling Stone Indonesia.

Tak hanya itu, lima lagunya dimuat dalam daftar lagu terbaik oleh majalah yang sama pada tahun 2009, hingga beberapa albumnya disertifikasi perak atau lebih tinggi.

Dia menerima dua lifetime achievement award, satu pada tahun 1993 dari BASF Awards dan satu lagi pada tahun 2007 dari stasiun televisi SCTV.

Pada tahun 2011, Rolling Stone Indonesia mencatat Chrisye sebagai musisi Indonesia terbaik nomor tiga sepanjang masa.

Pada 5 April 2012 Chrisye pun kembali bernyanyi dalam wujud hologram dan berduet dengan Sophia Latjuba, Once Mekel, Vina Panduwinata, dan Gita Gutawa, acara ini mendapatkan banyak antusias dari para masyarakat.

Dari Kondektur Bis Hingga Bintangi 50 Film, Ini Perjalanan Benyamin Sueb Si Biang Kerok

Benyamin Sueb (Bang Ben), merupakan aktor, pelawak, sutradara, dan penyanyi Tanah Air.

Ia lahir di Kemayoran, Jakarta, pada 5 Maret 1939, dan meninggal pada 5 September 1995.

Hari ini, Senin (05/09/2016), tepat 21 tahun peringatan kematian seniman legendaris Betawi ini.

Bang Ben menghasilkan lebih dari 75 album musik dan 53 judul film selama kariernya.

Ia juga telah menerima berbagai macam penghargaan atas dedikasinya di dunia seni.

Ingin tahu lebih banyak tentang karier Bang Ben?

Yuk intip perjalanan karier seniman legendaris Betawi ini.

Sempat Jadi Pedagang Roti Dan Kondektur Bis

lawakpedia.com

Sebelum menjadi seorang penyanyi, Bang Ben sempat menjalani berbagai macam profesi.

Sebut saja pedagang roti dorong, hingga menjadi kondektur bis kota pernah ia jalani.

Kesuksesan Bang Ben diawali dengan bergabung dengan grup Naga Mustika.

Naga Mustika merupakan orkes gambang kromong modern yang menggabungkan unsur musik modern dan tradisional.

Awalnya mereka terkenal lewat lagu seperti Si Jampang (1969), dan Ondel-Ondel (1971).

Kemudian disusul lagu-lagu lainnya yang juga bayak digemari, bukan hanya oleh masyarakat Betawi saja, tapi juga masyarakat daerah lain.

Nama Bang Ben semakin meledak setelah berduet dengan Bing Slamet di nomor Nonton Bioskop.

Ia kembali menuai kesuksesan di dunia tarik suara setelah berduet dengan penyanyi wanita, Ida Royani.

Membintangi Lebih Dari 50 Judul Film

tribunnews.com

Selain berkesenian di dunia tarik suara, Bang Ben juga merupakan seorang aktor.

Tercatat lebih dari 50 judul film telah ia bintangi.

Banyak film Bang Ben yang meraup sukses, sebut saja Biang Kerok, Sepatu Butut, Tarsan Kota, dan masih banyak lagi.

Pada tahun 1993, ia bermain dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan sebagai tokoh Sabeni, ayah Doel.

Mat Beken merupakan judul sinetron terakhir yang pernah ia bintangi, pada 1994.

Bang Ben mendirikan Radio FM dengan nama Bens Radio, pada 5 Maret 1990.

Bens Radio berformat radio budaya yang menggunakan bahasa Betawi dalam siarannya.

Radio ini mengajak pendengarnya untuk kembali mengenal tradisi dan budaya Betawi.

Comment

SHARE

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY